BeritaPolitikTerbaru

Aksi Solidaritas Ojek Online Makassar Dan Kritik Terhadap Kebijakan Pemerintah

Unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung di Makassar pada Jumat (29/8/2025) hingga Sabtu (30/8/2025) berawal dari aksi solidaritas terhadap kasus tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang menjadi korban bentrokan di Jakarta. Kematian Affan dianggap sebagai bukti berlanjutnya kekerasan aparat terhadap warga sipil. Isu ini kemudian meluas menjadi kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak pro-rakyat, khususnya terkait pengendalian harga kebutuhan pokok dan kebijakan ketenagakerjaan.

Para demonstran yang turun ke jalan terdiri dari gabungan organisasi mahasiswa, serikat buruh, kelompok ojek online, hingga masyarakat sipil yang tergabung dalam aliansi “Makassar Melawan”. Mereka menyuarakan tuntutan agar pemerintah menindak aparat yang dianggap bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa serta merevisi sejumlah kebijakan kontroversial. Dukungan besar dari berbagai lapisan masyarakat membuat gelombang protes cepat membesar.

Adapun pihak yang menjadi sasaran utama protes adalah pemerintah pusat dan aparat keamanan. Massa menuntut agar Presiden bersama jajaran kementerian terkait bertanggung jawab atas peristiwa di Jakarta dan segera mengambil langkah konkret untuk mencegah tragedi serupa. Selain itu, DPRD Sulawesi Selatan juga menjadi simbol perlawanan karena dinilai gagal menyalurkan aspirasi rakyat ke pemerintah pusat.

Sejumlah titik di Makassar menjadi lokasi utama demonstrasi. Di antaranya adalah kawasan Monumen Mandala, depan Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, hingga persimpangan utama di Jalan AP Pettarani. Gedung DPRD Kota Makassar sendiri menjadi episentrum bentrokan ketika massa memaksa masuk dan akhirnya membakar gedung tersebut. Titik-titik itu dipilih karena dianggap strategis dan mewakili simbol kekuasaan lokal maupun pusat.

Selain menyuarakan kasus kekerasan aparat, massa juga menyoroti permasalahan ekonomi. Isu kenaikan harga bahan pokok, sulitnya lapangan kerja, serta keberpihakan pemerintah pada investasi asing disebut semakin menekan kehidupan masyarakat. Para orator menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar respons spontan atas satu peristiwa, melainkan puncak akumulasi kekecewaan yang sudah lama terpendam.

Hingga Sabtu malam, situasi masih tegang di beberapa titik konsentrasi massa. Aparat keamanan meningkatkan penjagaan di sekitar kantor pemerintahan dan jalur utama kota. Meski begitu, pernyataan aliansi demonstran menegaskan aksi akan terus berlanjut sampai tuntutan mereka didengar, terutama terkait keadilan bagi korban serta perbaikan kebijakan publik yang menyentuh langsung kehidupan rakyat kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *